skip to Main Content

Bersama Mewujudkan Mutu dan Daya Saing Pendidikan Tinggi di Era Digital

pmJakarta -Belmawa.  Hari ini, terdapat 140 Pimpinan Perguruan Tinggi dan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta di seluruh Indonesia serta PT Telekomunikasi hadir di Auditorium Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Senayan, Jakarta untuk melakukan koordinasi hasil kinerja Kemenristekdikti dalam bidang pembelajaran dan kemahasiswaan serta penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian dengan PT. Telkom.

Acara koodinasi diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan dengan dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sekaligus menjadi saksi perjanjian kerjasama (MoU) antara Kemenristekdikti dan PT. Telkom dalam kerjasama penyediaan fasilitas telekomunikasi untuk Indonesian Research and Educational Networks (IdREN).

Prof. Mohamad Nasir, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyatakan bahwa sebagaimana arahan Presiden RI bahwa Pemimpin Perguruan Tinggi wajib mendukung inovasi untuk menghadapi perubahan global dan memenuhi kebutuhan sumber daya manusia Indonesia yang kreatif, inovatif dan kompetitif, maka Kemenristekdikti membuat kebijakan terkait Pendidikan di Era Digital dengan : menerapkan sistem pengajaran hybrid/blended learning; memfasilitasi pengembangan news skills for “Hybrid Jobs” (coding, big data/data analysis, artificial intelligence); meningkatkan internasionalisasi serta Kementerian perlu melakukan review tentang penjaminan mutu perkuliahan daring.

ttd mou-Dalam acara koordinasi ini juga dilaksanakan penandatanganan kerjasama Direktur Enterprise & Business Service PT. Telkom Indonesia dengan Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti tentang penyediaan fasilitas telekomunikasi untuk Indonesian Research and Educational Networks (IdREN). IdREN merupakan jaringan yang dimanfaatkan untuk pengembangan kegiatan-kegiatan di pendidikan tinggi khususnya riset dan kolaborasi riset internasional melalui jalur privat yang terhubung ke global REN (Research Education Research). Prof. Ainun Na’im, Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti menyampaikan bahwa pemanfaatan jaringan IdREN tidak hanya diperuntukkan bagi perguruan tinggi saja, IdREN terbuka untuk kegiatan pendidikan dan riset oleh lembaga-lembaga terkait dengan sumber daya pendidikan dan riset. Saat ini sedang dilaksanakan koneksi akses jaringan dan integrase layanan yang dimungkinkan ke lembaga nasional seperti Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Prof. Intan Ahmad menjelaskan bahwa keberadaan IdREN dapat mendukung kegiatan pembelajaran, seminar dan kolaborasi melalui jejaring REN; akses konten repository perkuliahan digital (video ajar); akses ke sumber belajar dan referensi serta sumber daya ilmu pengetahuan yang lebih maju dari lembaga-lembaga riset dunia. Selain itu juga Intan menambahkan bahwa IdREN juga membantu dalam melakukan eksperimen yang memerlukan kapasitas Layanan yang sangat besar yang tidak dapat dijalankan dalam jejaring internet komersial. Keuntungan lainnya adalah akan terjalinnya kolaborasi dan kerjasama antar lembaga pendidikan tinggi dan riset dalam negeri maupun internasional; adanya pengembangan tenaga terampil di bidang jejaring internet dan aplikasi teknologi Informasi, serta berbagi sumber daya teknologi Informasi antar perguruan tinggi dan lembaga riset untuk disaster recovery ataupun layanan lainnya.

Untuk itu, rapat koordinasi ini menyepakati bahwa digitalisasi pembelajaran akan memperluas akses dengan tetap menjaga mutu pendidikan tinggi dan mengurangi variasi mutu antar perguruan tinggi. (WAS/Editor/HKLI)

Back To Top